Manajemen Pembelajaran

 MANAJEMEN PEMBELAJARAN

A.    Konsep Pengertian Manajemen Pembelajaran
Makna manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat dan profesional. Manajemen diartikan sebagai ilmu karena merupakan suatu bidang pengetahuan yang secara sistematis berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Manajemen diartikan sebagai kiat karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Adapun manajemen diartikan sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer, dan para profesional dituntut oleh suatu kode etik.1Untuk mengetahui istilah manajemen, pendekatan yang digunakan adalah berdasarkan pengalaman manajer.
Menurut Winardi (1983) Manajemen sebagai suatu sistem yang setiap komponennya menampilkan sesuatu unstuk memenuhi kebutuhan. Dengan demikian maka manajemen merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pencapaian tujuan-tujuan organisasi dilaksanakan dengan pengelolaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing),pengarahan dan kepemimpinan (learding), dan pengawasan (controlling). Menurut Terry yang dikutip Syafaruddin, menyatakan bahwa manajemen merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang masing-masing bidang tersebut digunakan baik ilmu pengetahuan maupun keahlian dan yang diikuti secara berurutan dalam rangka usaha mencapai sasaran yang telah ditetapkan semula.
Adapun bermacam-macam defenisi tentang manajemen, dan tergantung dari sudut pandang, keyakinan, dan komprehensi dari pada pendefinisi, antara lain: kekuatan menjalankan sebuah perusahaan dan bertanggung jawab atas sukses atau kegagalannya.Ada pula pihak lain yang berpendapat bahwa, manajemen adalah tindakan memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang diinginkan melalui usaha-usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat-bakat manusia dan sumber daya secara singkat orang pernah menyatakan tindakan manajemen adalah sebagai tindakan merencanakan dan mengimplementasikannya. Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain secara efektif dan efesien untuk mencapai satu tujuan. Manajemen merupakan sebuah proses kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Walaupun Al-Quran secara khusus tidak menyebutkan istilah manajemen, akan tetapi menyingung istilah manajemen dengan menggunakan kalimat yudabbirua, mengandung arti mengarahkan, melaksanakan, menjalankan, mengendalikan, mengatur, mengurus dengan baik, mengkoordinasikan, membuat rencana yang telah ditetapkan. Thoha, berpendapat bahwa manajemen diartikan sebagai “suatu proses pencapaian tujuan organisasi lewat usaha orang lain”.
Senada dikemukakan oleh Nawawi (1993), yaitu: “Manajemen adalah kegiatan yang memerlukan kerjasama orang lain untuk mencapai tujuan”.6Pendapat kedua pakar tersebut diatas, dapat disimpulkan, bahwa manajemen merupakan proses kerjasama antara duaorang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Lebih lanjut, pengertian manajemen dinyatakan oleh Martayo, bahwa “manajemen adalah usaha untuk menentukan, menginteraksikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia atau kepegawaian, pengarahan dan kepemimpinan serta pengawasan.Manajemen dalam organisasai terinspirasi dari firman Allah SWT :Artinya :Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.8Ayat diatas menjadi inspirasi bagi pengelola madrasah untuk selalu menyusun perencanaan, sebagai landasan utama bagi motivasi manusia, suatu kesadaran untuk berkarya dalam arti tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah dikenal untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebagaimana At-Thabary, memberi makna memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok adalah beraktivitas dengan keimanan yang benar,9sehingga dengan aktivitas yang didasarkanpada niat yang baik.  dengan keimanan yang benar, para manajer di madrasah-madrasah mendapat nilai plus dari Allah SWT.

B.     Tujuan Manajemen Pembelajaran
Pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Nanang Fattah berpendapat bahwa Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman.Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:
1.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
2.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dannegara
3.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
4.      Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
5.      Teratasinya masalah mutu pendidikan.

C.    Kebijakan tentang manajemen pembelajaran


D.    Peran Guru dalam Manajemen Pembelajaran
Menurut Martayo(1980) guru memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan pada suatu lembaga pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa, harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara opersional, menentukan materi pembelajaran, menetapkan metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan kemampuan profesional guru lainnya, agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Peran dan fungsi guru berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di antara peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Guru sebagai Pendidik Guru
Yang  menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memilki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.

2.      Guru sebagai Pengajar
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhin oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru,kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam ber komunukasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.Ada beberapahal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran,yaitu: Membuat ilustrasi, Mendefenisikan, Menganalisis, Pandangan yang bervariasi, Menyediakan media untuk mengkaji materi standar, Menyesuaikan metode pembelajaran, Memberikan nada perasaan. Agar pembelajaran memilki kekuatan yang maksimal, guru-guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.

3.      Guru sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkanpengetahuan dan pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.Sebagai pembimbing perjalanan, guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut:a.Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai.b.Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlihat secara psikologis.c.Guru harus memaknai kegiatan belajar.d.Guru harus melaksanakan penilaian.

4.      Guru sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan,baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Hal ini lebih ditekankan lagi dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar.

5.      Guru sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki latihan khusus sebagai penasehatdan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagaiorang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.

6.      Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi pesertadidik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalamanorang tua memilki arti lebih banyak daripada nenek kitea. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik. Sebagai jembatanantar generasi tua dan generasi muda, yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik.

7.      Guru sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untu ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teldan. Tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannyayang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan gaya hidup secara umum. Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hiduppribadinya sendiri.Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada padadirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus dikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

8.      Guru sebagai Pribadi
Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani.Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat tergangunya proses pendidikan bagi peserta didik. Guru perlu juga memilki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melaluin kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olahraga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimilki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.

9.      Guru sebagai Peneliti
Pembelajaran merupakan seni, yang dalam pelaksanaanya memerlukan penyesuain-penyesuain dengan kondisi lingkungan.Untuk itu perlukan berbagai penelitian, yang didalamnya melibatkan guru. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari atau peneliti. Menyadari akan kekurangannya guru berusaha mencari apa yang belum diketahuaiuntuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Sebagai orang yang telah mengenal metodologi tentunya ia tahu pula apa yang harus dikerjakan, yakni penelitian.

10.  Guru sebagai Pendorong
KreatifitasKreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendeakan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia disekitar kita.



E.     Kode Etik Guru
Menurut Husaini (2006) Kode etik guru adalah landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik di sekolah dan dalam kehidupan bermasyarakat. Secara etimologis kode etik berasal dari dua kata yaitu kode dan etik. Kode merupakan sekumpulan aturan dan prinsip dan sistematis. Etik artinya azas akhlak. Jadi kode etik adalah norma dan azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku. Secara terminologis kode etik merupakan pola turan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Tujuan kode etik guru:
1.      Tujuan umum
Menjamin guru agar dapat melaksanakan tugas kependidikan mereka sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan etis dari segala aspek kegiatan penyelenggraan pendidikan.
2.      Tujuan khusus:
a.       Menanamkan kesadaran pada guru bahwa kode etik merupakan produk anggota profesinya yang berdasarkan falsafah pancasila dan UUD 45
b.      Mewujudkan terciptanya guru professional sesuai dengan kompetensinya
c.       Membentuk sikap professional di kalangan tenaga kependidikan maupunmasyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan
d.      Meningkatkan kualitas professional tenaga kepedidikan untuk keperluan pengembangan kode etik itu sendiri.
Poin-poin kode etik guru yang dirumuskan oleh Persatuan Guru Repunlik Indonesia Adalah sebagai berikut:
a.       Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila
b.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional
c.       Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan
d.      Guru menciptkan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar
e.       Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama terhadap pendidikan
f.       Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan mutu dan martabat profesinya
g.      Guru memelihara hubungan profess, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial
h.      Guru secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian
i.        Guru melaksakanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.



















DAFTAR PUSTAKA

Hadari Nawawi.1993. Administrasi Pendidikan.Jakarta: Jahi Masagung

Mahmund Yunus.1993.Tafsir Quranul Karim.Jakarta : PT. Hidakarya Agung

Miftah Thoha.1995.Kepemimpinan dalam Manajemen.Jakarta: Raja Grafindo Persada

Muhammad Ahyan, Yusuf Sya'bani. Profesi Keguruan: Menjadi Guru yang Religius dan Bermartabat. Ceremedia Communication.

Nanang Fattah.1999.Landasan Manajemen Pendidikan.Bandung : PT. Remaja Rosda Karya

Siti Kusrini,dkk.2005.Keterampilan Dasar Mengajar (PPL 1), Berorientasi Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi.Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang

Susilo Martayo.1980.Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta: BPPFE

Syafaruddin.2005.Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.Jakarta: Ciputat Press

Winardi.1983. Asas-asas Manajemen.Bandung: Penerbit Alumni



Komentar

  1. terimahkasih blog nya sangat bermafaat

    BalasHapus
  2. terima kasih blognya,,, ini sangat membantu saya membuat tugas

    BalasHapus
  3. makasih, blog nya sangat membantu

    BalasHapus
  4. Makasih,ilmunya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  5. Terima kasih kak, sangat bermanfaat bagi saya 😇

    BalasHapus
  6. Materinya bagus..
    Dan sangat membantu..makasih yaa

    BalasHapus
  7. Terima kasih, blog ini sangat membantu

    BalasHapus
  8. Tulisannya bagus, dan materinya sangat menarik

    BalasHapus
  9. Materinya bagus dan bermanfaat banget

    BalasHapus
  10. Syukron, atas materinya sangat membantu saya..👍😊

    BalasHapus

Posting Komentar