TUFAS 5 MANAJEMEN KELAS
A.
Pengertian
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Untuk dapat
melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam
manajemen kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan
bagian dari keseluruhan dari unsur. Sementara keterampilan berasal dari kata
terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai
cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan
diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas.
Jadi, komponen
keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh
guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas.Keterampilan
pengelolaan kelas berkaitan dengan kompetensi pedagogis. Iklim kelas yang
kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi kesuksesan guru dalam mengantarkan
siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut (Sartika, 2014) kemampuan
dan keterampilan mengelola kelas dalam proses belajar mengajar yang baik
sebagai berikut:
1. Menciptakan situasi yang
memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal
2. keberhasilan pengajaran.
Siswa belajar dalam suasana yang
wajar, tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar.
Jadi, dalam proses pembelajaran,
seorang guru harus mampu menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan siswa
dapat melakukan pembelajaran, menumbuhkan sikap yang ramah, memiliki kesiapan
demi berjalannya suatu pembelajaran dan seorang siswa mampu merasakan
kenyamanan dalam keadaan ataupun suasana yang sewajarnya, tidak ada tekanan dari
guru dan mampu terangsang untuk belajar dengan baik.
B.
Macam Macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Menurut Moh. Uzer Usman, setidaknya ada
empat komponen keterampilan manajeman kelas.
1.
Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik
dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi suatu keharusan di
dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru memiliki keterampilan
secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a. Menunjukkan kehangatan
dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun
perorangan.
b. Mendengarkan secara
simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh peserta didik.
c. Memberikan respon
positif terhadap pemikiran peserta didiknya.
d. Membangun hubungan
saling mempercayai.
e. Menunjukkan kesiapan
untuk membantu peserta didik.
f. Menerima perasaan
peserta didik dengan penuh pengertian dan terbuka.
g. Berusaha mengendalikan
situasi hingga peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan
masalah yang dihadapinya.
2.
Keterampilan mengorganisasi.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru
sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yag mengatur dan
memonitori kegiatan belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga akhir
kegiatan. Keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai oleh guru agar bisa
mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:
a. Menjelaskan tujuan
belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
b. Memvariasikan kegiatan
yang mencangkup penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
c. Membentuk komponen
yang tepat.
d. Mengoordinasikan
kegiatan belajar-mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
e. Membagi perhatian pada
berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
f. Mengakhiri kegiatan
belajar dengan laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.
3.
Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk
maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai
keterampilan berikut ini.
a. Memberikan penguatan
sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
b. Mengembangkan
supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik
secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah
segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
c. Mengadakan supervisi
proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan
ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
d. Mengadakan supervisi
pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian. pencapaian tujuan
dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman
dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan
yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan
menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
4.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan
belajar-mengajar
Membantu peserta didik melakukan kegiatan
belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru.
Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar
yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah
kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut. Untuk membantu suatu
perencanaan yang tepat, guru dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan
akademik peserta didiknya, memahami berbagai tipe belajar peserta didiknya
memahami bakat dan minat peserta didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan
hasil dagnostik tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan
belajar berupa belajar mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman
sebaya, semulasi, dan sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk
menghayari pengalaman bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan sendiri.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan
kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas
antara lain sebagi berikut.
a. Membantu peserta didik
menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai yujuan
belajar tersebut.
b. Merencanakan kegiatan
belajar bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan,
langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar.
c. Bertindak atau
berperan sebagai penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
d. Membantu peserta didik
menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan
kesempatan kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang
merupakan kerja sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang
manusiawi.
Berbeda dengan Moh. Uzer usman, Syaiful Bahri
Djamarah mengungkapkan setidaknya ada dua komponen keterampilan manajemen kelas
yang harus dikuasai oleh guru, sebagai berikut:
A. Keterampilan yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prevetif).
Keterampilan
ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan
mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
keterampilan sebagai berikut:
1.
Sikap
tanggap
Seorang guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku
yang muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut
dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan
memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan oleh
tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama mereka. Guru tahu kegiatan mereka,
tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu yang mereka kerjakan.
Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak
didik walaupun guru sedang menulis di papan tulis. Sikap ini dapat
dilakukan dengan cara:
a. Memandang secara seksama
Memandang
secara seksama dapat mengundang dan melibatkan anak didik kontak pandang dalam
pendekatan guru untuk bercakap-cakap, bekerja sama dan menunjukan rasa
persahabatan.
b. Gerak mendekati
Gerak
guru dalam posisi mendekati kelompok kecil atau individu menandakan kesiagaan,
minat dan perhatian guru yang diberikan terhadap tugas serta aktivitas anak
didik. Gerak mendekati hendaklah dilakukan secara wajar, bukan untuk
menakut-nakuti, mengancam atau memberi kritikan dan hukuman.
c. Memberi pernyataan
Pernyataan
guru terhadap sesuatu yang dikemukakan oleh anak didik sangat diperlukan, baik
berupa tanggapan, komentar, ataupun yang lainnya. Akan tetapi haruslah
dihindari hal-hal yang menunjukan dominasi guru, misalnya dengan komentar atau
pernyataan yang mengandung ancaman seperti: “ saya tunggu sampai kalian diam!”.
“saya atau kalian yang keluar?” atau “ siapa yang tidak senang dengan pelajaran
saya, silakan keluar!”.
d. Memberi reaksi terhadap gangguan dan
ketakacuhan
Kelas tidak selamanya tenang. Pasti ada gangguan. Hal ini
perlu guru sadari dan jangan dibiarkan. Teguran guru merupakan tanda bahwa guru
ada bersama anak didik. Teguran haruslah diberikan pada saat yang tepat dan
sasaran yang tepat pula, sehingga dapat mencegah meluasnya penyimpangan tingkah
laku.
2.
Membagi
perhatian
Kelas diisi oleh sejumlah orang (siswa) yang memiliki
keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan
pertolongan dari guru. perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu
orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi
perhatian harus terbagi dengan merata kepada setiap anak yang ada di dalam
kelas juga harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang
berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi efektif.
Membagi perhatian dapat dilakukan dengan cara:
a. Visual
Guru
dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pertama sedemikian
rupa sehingga ia dapat melirik kegiatan kedua, tanpa kehilangan perhatian pada
kegiatan pertama. Kontak pandang ini bisa dilakukan terhadap kelompok anak
didik atau anak didik secara individual.
b. Verba
Guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan
sebagainya terhadap aktivitas anak didik pertama sementara ia memimpin dan
terlibat supervisi pada aktivitas anak didik yang lain.
3.
Pemusataan
perhatian kelompok
Munculnya kelompok informal di kelas atau pengelompokan
karena disengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan
untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok
perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan. Maka guru harus
bisa mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak didik dan
memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia bekerja sama dengan kelompok
atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang.
Untuk itu ada beberapa hal yang dapat guru
lakukan, yaitu:
a.
Memberi
tanda
Dalam
memulai proses belajar mengajar guru memusatkan pada perhatian kelompok
terhadap suatu tugas dengan memberi beberapa tanda, misalnya menciptakan atau
membuat situasi tenang sebelum memperkenalkan objek, pertanyaan atau topik
dengan memilih anak didik secara random untuk meresponnya.
b.
Pertanggungan
jawab
Guru
meminta pertanggung jawaban anak didik atas kegiatan dan keterlibatannya dalam
suatu kegiatan. Setiap anak didik sebagai anggota kelompok harus bertanggung
jawab terhadapkegiatan sendiri, maupun kegiatan kelompoknya. Misalny, dengan
meminta kepada anak didik untuk memperagakan, melaporkan hasil dan memberikan
tanggapan.
c.
Pengarahan
dan petunjuk yang jelas
Guru
harus sering kali memberi pengarahan dan petunjuk yang jelas dan singkat dalam
memberikan pelajaran kepada anak didik, sehingga tidak terjadi kebingungan pada
diri anak didik. Pengarahan dan petunjuk dapat dilakukan pada seluruh anggota
kelas, kepada kelompok kecil, ataupun kepada individu dengan bahasa dan tujuan
yang jelas.
d.
Penghentian
Tidak semua gangguan tingkah laku dapat dicegah atau
berhasil dihindari. Yang diperlukan disini adalah guru dapat menanggulangi
terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktiv dalam
kegiatan di kelas. Bila anak didik menyela kegiatan anak didik lain dalam
kelompoknya, guru secara verbal mengomeli atau menghentikan gangguan anak didik
itu.
Cara lain untuk menghentikan gangguan, adalah guru dan anak
didik membuat persetujuan mengenai prosedur dan aturan yang merupakan bagian
dari pelaksanaan rutin proses belajar mengajar, sehingga menghentikan gangguan
berubah menjadi hanya memperingatkan.
Cara mengomeli kurang dibenarkan
dalam pendidikan, sebab tidak mendidik.
a.
Penguatan
Untuk
menanggulangi anak didik yang mengganggu atau tidak melakukan tugas, dapat
dilakukan dengan pemberian penguatan yang dipilih sesuai dengan masalahnya.
Penggunaan penguatan untuk mengubah tingkah laku merupakan strategi remedial
untuk mengatasi anak didik yang terus mengganggu atau yang tidak melakukan tugas.
b.
Kelancaran
Kelancaran
atau kemajuan anak didikdalam belajar sebagai indikator bahwa anak didik dapat
memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang diberikan di kelas. Hal ini perlu
guru dukung dan jangan diganggu dengan hal-hal yang bisa membuyarkan konsentrasi
anak didik. Ada sejumlah kesalahan yang harus guru hindari, yaitu: campur
tangan yang berlebihan (teacher Instruction), kelenyapan (Fade away),
penyimpangan (Digression), dan ketidaktepatan berhenti dan memulai kegiatan.
C.
kecepatan
Kecepatan
disini diartikan sebagai tingkat kemajuan yang dicapai anak didik dalam suatu
pelajaran. Yang perlu dihindari oleh guru adalah kesalahan menahan penyajian
bahan pelajaran yang sedang berjalan, atau kemajuan tugas. Ada dua kesalahan
kecepatan yang harus dihindari bila kecepatan yang tepat mau dipertahankan,
yaitu: Bertele-tele (overdwelling) dan mengulangi penjelasan yang tidak perlu.
4.
Memberikan
petunjuk-petunjuk yang jelas
Untuk
mengarahkan kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan diatas, juga
memudahkan anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas
guru adalah memaparkan setiap pelaksanaan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk
pelaksanaan yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
5.
Menegur
Permasalahan
bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran,
sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran
yang sesuai dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran bukan dari
hal yang memberikan efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa
tapi bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya .
6.
Memberi
penguatan
Penguatan adalah upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai
dan perilaku-perilaku yang baik dan dipertahankan oleh siswa atau bahkan
mungkin ditingkatkan atau dapat ditularkan kesiswa lainnya. Penguatan yang
dimaksudkan dapat berupa reward yang bersifat nonmaterial juga yang bersifat
material tapi tidak berlebihan .
B. Keterampilan yang berhubungan dengan
pengendalian kondisi belajar yang optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap
anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan kegiatan
remedial untuk mengembalikan kondisi belajara yang optimal. Apabila terdapat
anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang –ulang walaupun guru telah
menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai, guru dapat meminta bantuan
kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua anak didik untuk membantu
mengatasinya.
Bukanlah
kesalahan profesional guru apabila ia tidak dapat menangani setiap masalah anak
didik dalam kelas. Namun pada tingkat tertentu guru dapat menggunakan
seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku anak didik
yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam tugas
kelas. Strategi itu adalah:
1.
Memodifikasi
tingkah laku
Modifikasi
tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku kedalam tuntutan kegiatan
pembelajaran sehingga tidak muncul prototyfe pada diri anak tentang penilaian
yang kurang baik. Guru menganalisis tingkah laku anak didik yang mengalami
masalah atau kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan
mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
2.
Pengelolaan
kelompok
Kelompok
kecil ataupun kelompok belajar di kelas adalah merupakan bagian pencapaian
tujuan pembelajaran dan strategi yang diterapkan oleh guru. Kelompok biasa
muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan , gender dan
lain-lain. Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran
maka kelompok yang ada dikelas itu harus dikelola dengan baik oleh guru.
3.
Menemukan
dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
Permasalahan memiliki sifat perennial (akan selalu ada) dan
nurturan effect, oleh karna itu permasalahan akan muncul didalam kelas kaitanya
dengan interaksi dan akan diisi oleh dampak pengiring yang besar bila tidak
biasa di selesaikan. Guru dapat dapat melakukan seperangkat cara untuk
mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia mengetahui sebab-sebab
dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah laku tersebut serta berusaha
untuk menemukan pemecahannya. Guru harus datang mendeteksi permasalahan yang
mungkin muncul dan dengan secepatnya mengambil langkah penyelesain sehinggaada
solusi untuk masalah tersebut.
C. Permasalahan Komponen Keterampilan Manajemen
Kelas
Hal ini merupakan hambatan kemajuan
pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang
membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan dikelas. Pengulangan
Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru memberi petunjuk yang
berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau
secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat
diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan
kelas.
Ketrampilan ini berhubungan dengan
tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud
guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal.
Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang
walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja
terjadi kembali, guru dapat meminta bantuan, Kepala Sekolah, Konselor/BP dan Waka kesiswaan untuk membantu
mengatasinya.
Bukanlah kesalahan professional guru
apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan
dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan
terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang
tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.
DAFTAR RUJUKAN
Abidin, Said Zainal.
2006. Kebijakan
Publik. Jakarta: Suara Bebas
Ditjen PMPTK, Depdiknas, PB
PGRI. 2008. Kode Etik Guru dan Dewan Kehormatan Guru
A.
Pengertian
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Untuk dapat
melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam
manajemen kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan
bagian dari keseluruhan dari unsur. Sementara keterampilan berasal dari kata
terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai
cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan
diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas.
Jadi, komponen
keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh
guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas.Keterampilan
pengelolaan kelas berkaitan dengan kompetensi pedagogis. Iklim kelas yang
kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi kesuksesan guru dalam mengantarkan
siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut (Sartika, 2014) kemampuan
dan keterampilan mengelola kelas dalam proses belajar mengajar yang baik
sebagai berikut:
1. Menciptakan situasi yang
memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal
2. keberhasilan pengajaran.
Siswa belajar dalam suasana yang
wajar, tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar.
Jadi, dalam proses pembelajaran,
seorang guru harus mampu menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan siswa
dapat melakukan pembelajaran, menumbuhkan sikap yang ramah, memiliki kesiapan
demi berjalannya suatu pembelajaran dan seorang siswa mampu merasakan
kenyamanan dalam keadaan ataupun suasana yang sewajarnya, tidak ada tekanan dari
guru dan mampu terangsang untuk belajar dengan baik.
B.
Macam Macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Menurut Moh. Uzer Usman, setidaknya ada
empat komponen keterampilan manajeman kelas.
1.
Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik
dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi suatu keharusan di
dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru memiliki keterampilan
secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a. Menunjukkan kehangatan
dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun
perorangan.
b. Mendengarkan secara
simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh peserta didik.
c. Memberikan respon
positif terhadap pemikiran peserta didiknya.
d. Membangun hubungan
saling mempercayai.
e. Menunjukkan kesiapan
untuk membantu peserta didik.
f. Menerima perasaan
peserta didik dengan penuh pengertian dan terbuka.
g. Berusaha mengendalikan
situasi hingga peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan
masalah yang dihadapinya.
2.
Keterampilan mengorganisasi.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru
sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yag mengatur dan
memonitori kegiatan belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga akhir
kegiatan. Keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai oleh guru agar bisa
mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:
a. Menjelaskan tujuan
belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
b. Memvariasikan kegiatan
yang mencangkup penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
c. Membentuk komponen
yang tepat.
d. Mengoordinasikan
kegiatan belajar-mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
e. Membagi perhatian pada
berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
f. Mengakhiri kegiatan
belajar dengan laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.
3.
Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk
maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai
keterampilan berikut ini.
a. Memberikan penguatan
sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
b. Mengembangkan
supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik
secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah
segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
c. Mengadakan supervisi
proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan
ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
d. Mengadakan supervisi
pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian. pencapaian tujuan
dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman
dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan
yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan
menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
4.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan
belajar-mengajar
Membantu peserta didik melakukan kegiatan
belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru.
Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar
yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah
kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut. Untuk membantu suatu
perencanaan yang tepat, guru dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan
akademik peserta didiknya, memahami berbagai tipe belajar peserta didiknya
memahami bakat dan minat peserta didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan
hasil dagnostik tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan
belajar berupa belajar mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman
sebaya, semulasi, dan sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk
menghayari pengalaman bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan sendiri.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan
kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas
antara lain sebagi berikut.
a. Membantu peserta didik
menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai yujuan
belajar tersebut.
b. Merencanakan kegiatan
belajar bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan,
langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar.
c. Bertindak atau
berperan sebagai penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
d. Membantu peserta didik
menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan
kesempatan kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang
merupakan kerja sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang
manusiawi.
Berbeda dengan Moh. Uzer usman, Syaiful Bahri
Djamarah mengungkapkan setidaknya ada dua komponen keterampilan manajemen kelas
yang harus dikuasai oleh guru, sebagai berikut:
A. Keterampilan yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prevetif).
Keterampilan
ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan
mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
keterampilan sebagai berikut:
1.
Sikap
tanggap
Seorang guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku
yang muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut
dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan
memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan oleh
tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama mereka. Guru tahu kegiatan mereka,
tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu yang mereka kerjakan.
Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak
didik walaupun guru sedang menulis di papan tulis. Sikap ini dapat
dilakukan dengan cara:
a. Memandang secara seksama
Memandang
secara seksama dapat mengundang dan melibatkan anak didik kontak pandang dalam
pendekatan guru untuk bercakap-cakap, bekerja sama dan menunjukan rasa
persahabatan.
b. Gerak mendekati
Gerak
guru dalam posisi mendekati kelompok kecil atau individu menandakan kesiagaan,
minat dan perhatian guru yang diberikan terhadap tugas serta aktivitas anak
didik. Gerak mendekati hendaklah dilakukan secara wajar, bukan untuk
menakut-nakuti, mengancam atau memberi kritikan dan hukuman.
c. Memberi pernyataan
Pernyataan
guru terhadap sesuatu yang dikemukakan oleh anak didik sangat diperlukan, baik
berupa tanggapan, komentar, ataupun yang lainnya. Akan tetapi haruslah
dihindari hal-hal yang menunjukan dominasi guru, misalnya dengan komentar atau
pernyataan yang mengandung ancaman seperti: “ saya tunggu sampai kalian diam!”.
“saya atau kalian yang keluar?” atau “ siapa yang tidak senang dengan pelajaran
saya, silakan keluar!”.
d. Memberi reaksi terhadap gangguan dan
ketakacuhan
Kelas tidak selamanya tenang. Pasti ada gangguan. Hal ini
perlu guru sadari dan jangan dibiarkan. Teguran guru merupakan tanda bahwa guru
ada bersama anak didik. Teguran haruslah diberikan pada saat yang tepat dan
sasaran yang tepat pula, sehingga dapat mencegah meluasnya penyimpangan tingkah
laku.
2.
Membagi
perhatian
Kelas diisi oleh sejumlah orang (siswa) yang memiliki
keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan
pertolongan dari guru. perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu
orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi
perhatian harus terbagi dengan merata kepada setiap anak yang ada di dalam
kelas juga harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang
berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi efektif.
Membagi perhatian dapat dilakukan dengan cara:
a. Visual
Guru
dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pertama sedemikian
rupa sehingga ia dapat melirik kegiatan kedua, tanpa kehilangan perhatian pada
kegiatan pertama. Kontak pandang ini bisa dilakukan terhadap kelompok anak
didik atau anak didik secara individual.
b. Verba
Guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan
sebagainya terhadap aktivitas anak didik pertama sementara ia memimpin dan
terlibat supervisi pada aktivitas anak didik yang lain.
3.
Pemusataan
perhatian kelompok
Munculnya kelompok informal di kelas atau pengelompokan
karena disengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan
untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok
perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan. Maka guru harus
bisa mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak didik dan
memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia bekerja sama dengan kelompok
atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang.
Untuk itu ada beberapa hal yang dapat guru
lakukan, yaitu:
a.
Memberi
tanda
Dalam
memulai proses belajar mengajar guru memusatkan pada perhatian kelompok
terhadap suatu tugas dengan memberi beberapa tanda, misalnya menciptakan atau
membuat situasi tenang sebelum memperkenalkan objek, pertanyaan atau topik
dengan memilih anak didik secara random untuk meresponnya.
b.
Pertanggungan
jawab
Guru
meminta pertanggung jawaban anak didik atas kegiatan dan keterlibatannya dalam
suatu kegiatan. Setiap anak didik sebagai anggota kelompok harus bertanggung
jawab terhadapkegiatan sendiri, maupun kegiatan kelompoknya. Misalny, dengan
meminta kepada anak didik untuk memperagakan, melaporkan hasil dan memberikan
tanggapan.
c.
Pengarahan
dan petunjuk yang jelas
Guru
harus sering kali memberi pengarahan dan petunjuk yang jelas dan singkat dalam
memberikan pelajaran kepada anak didik, sehingga tidak terjadi kebingungan pada
diri anak didik. Pengarahan dan petunjuk dapat dilakukan pada seluruh anggota
kelas, kepada kelompok kecil, ataupun kepada individu dengan bahasa dan tujuan
yang jelas.
d.
Penghentian
Tidak semua gangguan tingkah laku dapat dicegah atau
berhasil dihindari. Yang diperlukan disini adalah guru dapat menanggulangi
terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktiv dalam
kegiatan di kelas. Bila anak didik menyela kegiatan anak didik lain dalam
kelompoknya, guru secara verbal mengomeli atau menghentikan gangguan anak didik
itu.
Cara lain untuk menghentikan gangguan, adalah guru dan anak
didik membuat persetujuan mengenai prosedur dan aturan yang merupakan bagian
dari pelaksanaan rutin proses belajar mengajar, sehingga menghentikan gangguan
berubah menjadi hanya memperingatkan.
Cara mengomeli kurang dibenarkan
dalam pendidikan, sebab tidak mendidik.
a.
Penguatan
Untuk
menanggulangi anak didik yang mengganggu atau tidak melakukan tugas, dapat
dilakukan dengan pemberian penguatan yang dipilih sesuai dengan masalahnya.
Penggunaan penguatan untuk mengubah tingkah laku merupakan strategi remedial
untuk mengatasi anak didik yang terus mengganggu atau yang tidak melakukan tugas.
b.
Kelancaran
Kelancaran
atau kemajuan anak didikdalam belajar sebagai indikator bahwa anak didik dapat
memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang diberikan di kelas. Hal ini perlu
guru dukung dan jangan diganggu dengan hal-hal yang bisa membuyarkan konsentrasi
anak didik. Ada sejumlah kesalahan yang harus guru hindari, yaitu: campur
tangan yang berlebihan (teacher Instruction), kelenyapan (Fade away),
penyimpangan (Digression), dan ketidaktepatan berhenti dan memulai kegiatan.
C.
kecepatan
Kecepatan
disini diartikan sebagai tingkat kemajuan yang dicapai anak didik dalam suatu
pelajaran. Yang perlu dihindari oleh guru adalah kesalahan menahan penyajian
bahan pelajaran yang sedang berjalan, atau kemajuan tugas. Ada dua kesalahan
kecepatan yang harus dihindari bila kecepatan yang tepat mau dipertahankan,
yaitu: Bertele-tele (overdwelling) dan mengulangi penjelasan yang tidak perlu.
4.
Memberikan
petunjuk-petunjuk yang jelas
Untuk
mengarahkan kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan diatas, juga
memudahkan anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas
guru adalah memaparkan setiap pelaksanaan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk
pelaksanaan yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
5.
Menegur
Permasalahan
bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran,
sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran
yang sesuai dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran bukan dari
hal yang memberikan efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa
tapi bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya .
6.
Memberi
penguatan
Penguatan adalah upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai
dan perilaku-perilaku yang baik dan dipertahankan oleh siswa atau bahkan
mungkin ditingkatkan atau dapat ditularkan kesiswa lainnya. Penguatan yang
dimaksudkan dapat berupa reward yang bersifat nonmaterial juga yang bersifat
material tapi tidak berlebihan .
B. Keterampilan yang berhubungan dengan
pengendalian kondisi belajar yang optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap
anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan kegiatan
remedial untuk mengembalikan kondisi belajara yang optimal. Apabila terdapat
anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang –ulang walaupun guru telah
menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai, guru dapat meminta bantuan
kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua anak didik untuk membantu
mengatasinya.
Bukanlah
kesalahan profesional guru apabila ia tidak dapat menangani setiap masalah anak
didik dalam kelas. Namun pada tingkat tertentu guru dapat menggunakan
seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku anak didik
yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam tugas
kelas. Strategi itu adalah:
1.
Memodifikasi
tingkah laku
Modifikasi
tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku kedalam tuntutan kegiatan
pembelajaran sehingga tidak muncul prototyfe pada diri anak tentang penilaian
yang kurang baik. Guru menganalisis tingkah laku anak didik yang mengalami
masalah atau kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan
mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
2.
Pengelolaan
kelompok
Kelompok
kecil ataupun kelompok belajar di kelas adalah merupakan bagian pencapaian
tujuan pembelajaran dan strategi yang diterapkan oleh guru. Kelompok biasa
muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan , gender dan
lain-lain. Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran
maka kelompok yang ada dikelas itu harus dikelola dengan baik oleh guru.
3.
Menemukan
dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
Permasalahan memiliki sifat perennial (akan selalu ada) dan
nurturan effect, oleh karna itu permasalahan akan muncul didalam kelas kaitanya
dengan interaksi dan akan diisi oleh dampak pengiring yang besar bila tidak
biasa di selesaikan. Guru dapat dapat melakukan seperangkat cara untuk
mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia mengetahui sebab-sebab
dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah laku tersebut serta berusaha
untuk menemukan pemecahannya. Guru harus datang mendeteksi permasalahan yang
mungkin muncul dan dengan secepatnya mengambil langkah penyelesain sehinggaada
solusi untuk masalah tersebut.
C. Permasalahan Komponen Keterampilan Manajemen
Kelas
Hal ini merupakan hambatan kemajuan
pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang
membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan dikelas. Pengulangan
Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru memberi petunjuk yang
berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau
secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat
diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan
kelas.
Ketrampilan ini berhubungan dengan
tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud
guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal.
Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang
walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja
terjadi kembali, guru dapat meminta bantuan, Kepala Sekolah, Konselor/BP dan Waka kesiswaan untuk membantu
mengatasinya.
Bukanlah kesalahan professional guru
apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan
dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan
terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang
tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.
DAFTAR RUJUKAN
Abidin, Said Zainal.
2006. Kebijakan
Publik. Jakarta: Suara Bebas
Ditjen PMPTK, Depdiknas, PB
PGRI. 2008. Kode Etik Guru dan Dewan Kehormatan Guru
Materinya sangat membantu kaka
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapusKeren kak artikelnya👍
BalasHapusMaterinya sangat bagus
BalasHapusBermanfaat sekali, terimakasih
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusMaterinya baguss..👍😊
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus