TUGAS 10 MANAJEMEN
PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS
A. Pengertian disiplin
Disiplin merupakan istilah yang sudah memasyarakat
diberbagai instansi pemerintah maupun swasta. Kita mengenal adanya disiplin
kerja, disiplin lalu lintas, disiplin belajar dan macam istilah disiplin yang
lain. Disiplin secara etimologi berasal dari bahasa latin “ disibel”
yang berarti pengikut. Seiring dengan perkembangan bahasa, kata tersebut
mengalami perubahan menjadi ‘disipline”yang artinya kepatuhan atau yang
menyangkut tata tertib. Berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa disiplin
berasal dari bahasa latin “Disciplina”yang berarti latihan atau
pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat. Jadi sifat
disiplin berkaitan dengan pengembangan sikap yang layak terhadap pekerjaan.
Sekarang ini kata displin telah berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan,
sehingga banyak para ahli baik ahli bahasa maupun sosial dan etika dan estetika
memberikan definisi yang berbeda-beda.
Ada juga yang mendefinisikan bahwa
disiplin merupakan potensi diri siswa yang perlu diekflor dalam proses
pembelajaran yang berlangsung.sebagaiman dipaparkan oleh carapedia.com berikut;
Disiplin merupakan salah satu aspek perkembangan seorang
individu yang berkaitan dengan cara untuk mengkoreksi atau memperbaiki dan
mengajarkan anak tingkah laku baik tanpa merusak harga diri anak (Euis
Sunarti).
Pada
hakekatnya, disiplin merupakan hal yang dapat dilatih. pelatihan disiplin
diharapkan dapat menumbuhkan kendali diri, karakter atau keteraturan, dan
efisiensi. Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa disiplin berhubungan
dengan pengendalian diri supaya dapat menbedakan mana hal yang benar dan mana
hal yang salah sehingga dalam jangka panjang diharapkan bisa menumbuhkan
perilaku yang bertanggung jawab
Berikut
ini adalah pengertian dan definisi disiplin sebagaimana dipaparkan oleh
carapedia.com adalah sebagai berikut;
Disiplin adalah hubungan tata tertib, tata susila, adab,
akhlak, dan kesopanan (Abdullah Sani Bin Yahaya). Disiplin adalah jembatan
antara tujuan dan prestasi (Jim Rohn).Disiplin merupakan latihan yang diberikan
kepada murid supaya mereka bertindak sesuai dengan peraturan di rumah, sekolah,
dan masyarakat (Mizan Adiliah). Disiplin adalah beraneka aturan yang menjadi
petunjuk dan pegangan kehidupan beradab suatu masyarakat agar dapat
melangsungkan keberadaannya dalam keadaan aman, tertib, serta terkendali
berdasarkan hukum dalam semua aspek kehidupan (Sukono) Disiplin adalah tata
tertib ( di sekolah, kemiliteran, dsb) atau ketaatan (kepatuhan) kepada
peraturan (tata tertib, dsb) (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
1. Hakikat
Disiplin.
Sekilas dalam membahas Pengertian disiplin di atas, kita sudah menyentuh
mengapa disiplin itu perlu. Misalnya, makna disiplin dalam Bahasa Inggris
menunjukkan bahwa tujuan dari disiplin adalah melahirkan ketaatan pada aturan
dan pengendalian diri. Dalam pengertian Bahasa Arab, disiplin juga diperlukan
untuk menegakkan kemaslahatan umum. Selain itu, tujuan disiplin juga adalah
menjaga diri seseorang agar tidak jatun berbagai kesalahan, atau lebih luas
lagi, agar seseorang bisa mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam
pengertian terakhir ini, kata ta’dîb identik dengan
pendidikan.
Dengan demikian, tujuan dari disiplin, jika kita melihatnya
dalam pengertian yang luas, adalah tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu diperlukan metode-mdetode tertentu. Tidak
ada ketentuan yang baku dalam hal metode ini kecuali dua hal: (1) metode tidak
boleh bertentangan dengan tujuan; (2) metode yang baik adalah metode yang
paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.
Metode tidak boleh bertentangan dengan tujuan. Ini prinsip
yang amat penting. Tujuan yang baik, yang dicapai melalui cara-cara yang salah,
akan merusak tercapainya tujuan tersebut. Kalau saya mencuri dengan tujuan
bersedekah kepada fakir miskin, tindakan saya itu tetap haram, dan sedekah saya
tidak berpahala. Kalau saya ingin agar anak saya menjadi seorang yang baik,
tetapi saya membiarkan dia bergaul dengan orang-orang yang nakal dan jahat,
maka saya sudah melakukan cara yang bertentangan dengan tujuan.
B. Pengertian Disiplin Kelas
Kata disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang
merujuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan
istilah “disciple” yang berarti mengikuti orang belajar di bawa pengawasan
seorang impinan. Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu
pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang
berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000).
Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian disiplin sebagai
suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk
pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Adapun menurut kamus umum Bahasa Indonesia, W.J.S
Poerwadarminta, istilah disiplin mengandung pengertian sebagai berikut : -
Latihan batin dan watak dengan maksud supaya segala perbuatannya selalu
mentaati tata tertib di sekolah. - Ketaatan pada aturan dan tata tertib.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas maka dapatlah penulis katakan bahwa
disiplin adalah rasa tanggung jawab dari pihak murid berdasarkan kematangan
rasa sosial untuk mematuhi segala aturan dan tata tertib di sekolah sehingga
dapat belajar dengan baik. Dan juga disiplin bukan hanya suatu aspek tingkah
laku siswa di dalam kelas/sekolah saja, melainkan juga di dalam kehidupannya di
masyarakat sehari-hari. Dengan demikian anak yang tidak mengenal disiplin akan
cenderung menjadi anak nakal/pembangkang, oleh karena itu pembentukan disiplin
adalah sejalan dengan pendidikan watak.
Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang
pengertiannya hampir sama tetapi terbentuknya satu sama lain
merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga
yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Diantara kedua istilah tersebut
terlebih dahulu termasuk pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian disiplin
(Suharsimi: 114).Ketertiban merajuk kepada ketertiban seseorang dalam mengikuti
peraturan atau tata tertib karena didorong atau di sebabkan oleh sesuatu yng
datang dari luar. Disiplin atau siasat merujuk pada kepatuhan seseorang dalam
mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang
ada pada kata hatinya. Disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam suatu kelas
yang di dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tata tertib yang telah
ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Diknasmen, 1996: 10).
Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan
pengendalian diri sesseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Disiplin merupakan
sikap mental. Disiplin pada hakikatnya adalah pernyataan sikap mental dari
individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang
didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka
pencapaian tujuan. Dengan disiplin dimaksudkan sebagai upaya untuk
mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada perilaku
yang harus dicegah atau dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan
disiplin pada saat sekarang bukan sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat
pada aturan dan tata tertib tanpa alasan sehingga mau menerima begitu saja,
melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self discipline).
Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan
dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan,
bukanlah ketaatanpada otoritas gurunya untuk menuruti aturan. Disiplin
adalah suatu sikap batin, bukan kepatuhan otomatis. Siswapun bertanggung jawab
untuk menciptakan suasana kelas yang baik. Suasana kelas yang tidak tegang, ada
kebebasan tapi ada pula kerelaan mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan
secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu
keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta
tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.
C. Bentuk-
Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1. Disiplin siswa dalam menentukan dan
menggunakan cara atau strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya
dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa yang memiliki cara belajar yang efektif
memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada
siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif.
Untuk belajar secara efektip dan
efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa. Belajar secara
efektip dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin. Siswa yang memiliki
disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan
cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar
dapat belajar secara efektip dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab
pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri,
dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang
menyatakan belajar akan lebih berhasil apabila kita memiliki :
a.
Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
b.
Cara belajar yang efisien,
c.
Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar Hamalik,Metoda Belajar Dan
Kesulitan-KesulitanBelajar(Bandung: Tarsito,2005)
Selain memiliki strategi belajar
siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan metode atau cara yang harus
dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. Seperti yang kita ketahui
belajar bertujuan untuk mendapat pengetahuan, sikap, kecakapan dan
keterampilan. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin
tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar
berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Demikianlah cara-cara belajar yang
perlu diperhatikan oleh setiap siswa, karena dengan memiliki cara belajar yang
baik akan membantu siswa dalam mencapai prestasi yang tinggi, dan cara tersebut
dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur setiap hari, apabila siswa
memiliki sikap disiplin. Jadi siswa yang pada dirinya tertanam sikap disiplin
akan selalu mencari dan menentukan cara belajar yang tepat baginya.
2. Disiplin
terhadap pemanfaatan waktu
a.
Cara mengatur waktu belajar.
Salah satu masalah yang sering
dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh
kekuragan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki
keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu
yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak
habis-habisnnya. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena
yang demikian itu tidak bermanfaat baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil
mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan
berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran islam disiplin dalam pemanfaatan
waktu sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar
saja, tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu
dan kesempatan.
Dalam belajar pemanfaatan waktu
secara baik dan dikerjakan dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal
yang terpuji. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau
pamanfaatan waktu dangan baik menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu
secara efisien.
b.
Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang belajarnya kurang
dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi
waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu, berbagai segi dan teknik
untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk
mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi.
c.
Penjadwalan waktu belajar.
Setiap siswa perlu mengadakan
prinsip belajar secara taratur.dan untuk belajar secara teratur setiap hari
harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak bayak membuang waktu untuk
memikirkan mata pelajaran yang akan dipekajari suatu saat dan apa yang harus
dikerjakannya. Oleh karna itu agar siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan
terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau
daftar waktu dalam belajar.
Adapun
cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut
1. Memperhitungkan waktu setiap hari
untuk keperluan-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olah raga dan
lain-lain.
2. Menyelidiki dan menentukan
waktu-waktu yang tersedia setiap hari.
3. Merencanakan peggunaan belajar itu
dengan cara menetapkan jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus
dipelajari.
4. Menyelidiki waktu-waktu mana yang
dapat dipergunakan untuk belajar dengan hasil terbaik.
·
3. Disiplin
terhadap tugas.
a.
Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar adalah
ulangan dan latihan. Sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa : ”Mengerjakan
tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru,
tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam
buku ataupun soal-soal buatan sendiri”(Slameto, Belajar Dan Faktor-Fakto yang
Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta,2003)
Berdasarkan pendapat tersebut di
atas maka, tugas itu dapat berupa tes atau ulangan dan juga dapat berupa
latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah.jika siswa mempunyai kebiasaan untuk
melatih diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah
dengan disiplin, maka siswa tersebut tidak akan terlalu kesulitan dalam
belajarnya, serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang
diberikan oleh guru.
b. Mengerjakan
tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup
mengerjakan latihan-latihan tes atau ulangan harian, ulangan umum ataupun
ujian, baik yang tertulis maupun lisan. Dalam menghadapi tugas-tugas di atas
perlu dilaksanakan langkah-langkah persiapan sebagai berikut :
1.
Hindarilah
belajar terlalu banyak pada saat-saat terahir mengerjakan
tes (semua bahan hendaknya sudah
siap jauh-jauh sebelumnya).
2.
Pelajarilah
kembali bahan yang sudah pernah didapat secara teratur sehari atau dua hari
sebelumnya.
3.
Buatlah
suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang sedang dipelajari kembali
itu.
4.
Pelajarilah
juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah pernah dikerjakan.
5.
Peliharalah
kondisi kesehatan.
6.
Konsentrasikan
seluruh perhatian terhadap tugas yang akan ditempuh.
7.
Siapkanlah
segala alat atau perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dan jika diperlukan
syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal mungkin.
4.
Disiplin terhadap tata tertib.
Didalam proses balajar mengajar,
disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk diterapkan, karna dalam
suatu sekolah tidak memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak
akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana,
Antara peraturan dan tata tertib merupakan
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa
dalam mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap
tata tertib dengan baik, maka guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol
berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau
guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata
tertip kelas yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan
disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata
tertip sekolah serta terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan demikian untuk terciptanya
disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka
pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik, maka di dalam suatu lambaga
atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin terhadap siswa, agar
tercipta proses belajar mengajar yang baik.
D. Bentuk- Bentuk Disiplin
Belajar Siswa
1.
Disiplin siswa dalam menentukan dan
menggunakan cara atau strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara
belajarnya. Siswayang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk
mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak
mempunyai cara belajar yang efektif.
Untuk belajar secara efektif dan efisien diperlukan
kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa. Belajar secara efektif dan efisien
dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin. Siswa yang memiliki disiplin dalam
belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar
yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar
secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan
keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan
sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan
lebih berhasil apabila kita memiliki :
a.
Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
b. Cara
belajar yang efisien,
c.
Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar Hamalik, Metoda Belajar Dan
Kesulitan-Kesulitan Belajar, Bandung: Tarsito,2005)
Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa
juga perlu memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan dalam belajarnya. Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk
mendapat pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu
jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi
suatu kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi
belajar.
Demikianlah cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh
setiap siswa, karena dengan memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa
dalam mencapai prestasi yang tinggi, dan cara tersebut dapat dilaksanakan
dengan baik secara teratur setiap hari, apabila siswa memiliki sikap disiplin.
Jadi siswa yang pada dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan
menentukan cara belajar yang tepat baginya.
2.
Disiplin terhadap pemanfaatan waktu
a. Cara mengatur waktu
belajar
satu masalah yang
sering dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang
mengeluh kekurangan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki
keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu
yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak
habis-habisnnya. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena
yang demikian itu tidak bermanfaat baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil
mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan
berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran Islam disiplin dalam
pemanfaatan waktu sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan
waktu belajar saja, tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang
dalam setiap waktu dan kesempatan.
Dalam belajar pemanfaatan waktu secara baik dan dikerjakan
dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang terpuji. Dari uraian di
atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik
menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu secara efisien.
b. Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan
waktunya dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi waktunya untuk
macam-macam keperluan, oleh karna itu, berbagai segi dan teknik untuk mengatur
pemakaian waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan
mengelola waktu studi.
c. Penjatahan waktu
belajar.
Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara teratur
dan untuk belajar secara teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja.
Agar siswa tidak banyak membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang
akan dipelajari suatu saat dan apa yang harus dikerjakannya. Oleh karena itu
agar siswa tidak dihinggapi keraguan-raguan terhadap apa yang hendak
dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau daftar waktu dalam
belajar.
Adapun
cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut :
1)
Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan tidur, belajar,
makan, mandi, olah raga dan lain-lain.
2) Menyelidiki dan menentukan
waktu-waktu yang tersedia setiap hari.
3)
Merencanakan peggunaan belajar itu dengan cara menetapkan jenis-jenis mata
pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari.
4)
Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan untuk belajar dengan hasil
terbaik.
5)
Berhematlah dengan waktu, setiap siwa janganlah ragu untuk memulai pekerjaan,
termasuk juga belajar.
3.
Disiplin terhadap tugas
a.
Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan.
Sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa : “Mengerjakan tugas dapat berupa
pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga
termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun
soal-soal buatan sendiri” (Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta,2003)
Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat
berupa tes atau ulangan dan juga dapat berupa latihan-latihan soal atau
pekerjaan rumah. Jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan
soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin, maka siswa
tersebut tidak akan terlalu kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan
mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.
b. Mengerjakan
tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan
tes atau ulangan harian, ulangan umum ataupun ujian, baik yang tertulis maupun
lisan. Dalam menghadapi tugas-tugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah
persiapan sebagai berikut :
1)
Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat terakhir mengerjakan tes
(semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh sebelumnya).
2)
Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat secara teratur sehari atau
dua hari sebelumnya.
3)
Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang sedang dipelajari
kembali itu.
4)
Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah pernah dikerjakan.
5) Peliharalah kondisi
kesehatan.
6)
Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang akan ditempuh.
7)
Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dan jika
diperlukan syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal mungkin.
4.
Disiplin terhadap tata tertib.
Didalam proses belajar mengajar, disiplin terhadap tata
tertib sangat penting untuk diterapkan, karena dalam suatu sekolah yang tidak
memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan
lancar sesuai dengan rencana. Antara peraturan dan tata tertib merupakan
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa
dalam mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik,
maka guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan
dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu
terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertib kelas
yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan disiplin sekolah
maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah serta
terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan, maka di dalam suatu lembaga
atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin terhadapsiswa, agar
tercipta proses belajar mengajar yang baik.
E. Teknik-Teknik Membina Disiplin Kelas
Terdapat beberapa teknik membina
disiplin kelas, antara lain:
1.
Teknik keteladanan guru, yaitu guru hendaknya memberi contoh teladan sikap dan
perilaku yang baik kepada siswanya.
2.
Teknik bimbingan guru, yaitu diharapkan guru senantiasa memberikan bimbingan
dan penyuluhan untuk meningkatkan kedisiplinan para siswanya.
3.
Teknik pengawasan bersama, yaitu dalam disiplin kelas yang baik mengandung pula
kesadaran akan tujuan bersama, guru dan siswa menerimanya sebagai pengendali,
sehingga situasi kelas menjadi tertib.
Dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut, beberapa usaha
yang dapat dilakukan dalam pembinaan disiplin kelas adalah:
1. Mengadakan
perencanaan bersama antara guru dengan siswa.
2. Mengembangkan
kepemimpinan dan tanggung jawab pada siswa.
3. Membina
organisasi kelas secara demokratis.
4.
Membiasakan agar siswa dapat berdiri sendiri atau mandiri dalam melaksanakan
tugas dan kewajibannya.
5. Membiasakan
siswa untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuannya.
6.
Memberikan dorongan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan.
Daftar Pustaka
Mudasir.
2011. Manajemen Kelas. Yogyakarta:
Penerbit Zanafa Publishing.
Sutikno
Sobry. 2008. Manajemen Pendidikan Langkah
Praktis Mewujudkan Lembaga Pendidikan yang Unggul. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suyono
dan Hariyanto. 2017. Belajar dan
Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Materinya sangat membantu kaka
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusblognya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusTerimakasih kak. Sangat membantu sekali.
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapusSangat membantu kak..makasih
BalasHapusMateri nya bagus, bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kakak..
BalasHapusSangat bagus materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus