TUGAS JURNAL SRI WAHYUNI PUTRI
TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
ANALISIS JURNAL

Disusun Oleh :
SRI WAHYUNI PUTRI
1620138
7.4
DosenPengampu : Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
ANALISIS JURNAL
A.
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Salah
satu elemen kunci dalam memiliki suasana belajar mengajar yang efektif adalah
melalui manajemen kelas itu telah melalui serangkaian inovasi, dari kulit
binatang yang digunakan untuk menyimpan Data, dinding gua digunakan untuk
talenta dan tujuan lain: ke era digital yang diduga, dengan tablet digital,
papan sentuh, papan pintar, sekolah khusus dengan utilitas terbaik yang
melayani keduanya guru dan siswa menyebar di seluruh dunia. Apalagi internet
ori pendidikan dapat memperluas konsep sekolah di mana saja, kapan saja. Namun
demikian, kebutuhan yang berbeda membawa pendekatan dan strategi yang berbeda
untuk menyelesaikan masalah manajemen kelas.
Siswa
menghadapi guru di kelas, menunggu instruksi, dan diajarkan mata pelajaran baru
cukup membebani guru sebagai masing-masing individu memerlukan pendekatan
berbeda menurut pemahaman mereka sendiri. Tidak ada dua orang di dunia yang
memiliki nilai-nilai minat yang persis sama, atau berbagi ciri-ciri
karakteristik yang sama. Dengan demikian, memotivasi berbagai yang berbeda sesuai
dengan tujuan yang sama atau menetapkan
tujuan adalah tugas yang cukup sulit bagi instruktur, edukator, terutama yang
mau mendidik siswa untuk masa depan yang lebih baik dalam hal pendidikan yang
lebih baik, dan pekerjaan yang lebih baik atau memuaskan yang membutuhkan waktu
lama istilah rencana kerja keras rajin.
Berikut
ini adalah beberapa hal yang bisa diaplikasikan untuk mencapai manajemen kelas
yang lebih baik yang disarankan oleh Thomas J. Zirpoli: “ (1) Memberikan
Pengawasan yang Tepat, (2) Berikan Struktur dan Rutinitas yang Tepat, (3) Model
Perilaku yang Sesuai, (4) Perkuat Perilaku yang Tepat, (5) Berikan Pr,Disiplin
yang Konsisten dan Konsisten, (6) Hindari Mencari Penyebab Biologis of
Behavior, (7) jadilah seorang guru, bukan kawan, (8) Biarkan Siswa Mengenal
Anda Suka Mereka & Tertarik dengan Minatnya, (9) Selamat bersenang-senang!
(10) Konsisten. ” (Zirpoli, T. J. 2008).
Dari
hal yang tertera diatas maka berikut akan dibahas mengenai cara memanajemen
kelas dengan baik, agar tujuan dari sebuah pembelajaran dapat dicapai dengan
maksimum, dan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
b.
Rumusan
Masalah
Bagaimana Prinsip dalam Manajemen
Kelas ?
c.
Tujuan
Untuk mengetahui prinsip dalam
manajemen kelas
B.
RESUME
Dalam
memanajemen kelas harus memerhatikan beberapa prinsip didalamnya, agar tujuan
dari sebuah pembelajaran dapat terealisasikan dengan baik, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Berikut
ini adalah prinsip utama yang disarankan untuk tekinik manajemen diri dalam
manajemen kelas:
a)
Berikan Pengawasan yang
Tepat
Siswa yang diamati
selama pembelajaran dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik, namun yang
diawasi bahkan dalam kehidupan sehari hari mereka akan tampil jauh lebih baik
dalam penampilan dan dalam hal yang direncanakan seperti apa yang harus
dilakukan, kapan harus dilakukan,dan bagaimana melakukannya.Wong H., Wong R.,
Rogers & Brooks (2012) juga menyebutkan bahwa siswa merasa lebih aman
ketika mereka tahuapa yang akan terjadi setiap hari untuk memastikan siswa
memiliki hari-hari mereka dan yakin diawasi.
b)
Berikan Struktur dan
Rutinitas yang Tepat Setiap Hari
Siswa perlu
mengetahui hal-hal yang harus mereka lakukan dalam menyelesaikan pembelajaran
sehari-hari atau memperoleh pengetahuan proses. Guru harus memberikan beberapa
asas dan rutinitas yang akan membantu siswa menghindari gangguan. Misalnya
setiap hari pemeriksaan tugas harus dilakukan melalui daftar periksa secara
teratur yang juga akan membantu guru untuk dapat diandalkan mengumpulkan data
tentang peningkatan siswa. Pada titik ini, Garret (2013) menyebutkansaran
tentang cara membuat aturan kelas untuk menekankan kesederhanaan, namun pola
yang tegas ialah:
·
Buat empat hingga enam
aturan kelas yang secara jelas menentukanperilaku yang pantas
·
Pertimbangkan
Melibatkan siswa dalam pembuatan aturan.
·
Tulis aturan
menggunakan positif bahasa.
·
Poskan dan rujuk aturan
ruang kelas seperlunya.
· Kembangkan rutinitas
untuk memberikan arahan tentang betapa berbedanya tugas kelas selesai.
·
Mengajar dan
mendemonstrasikan aturan dan rutinitas kelas secara spesifik.
c)
Model Perilaku yang
Tepat
Pemodelan peran
juga penting dalam belajar karena mencerminkan perilaku yang diharapkan ketika
kepribadian dan karakter mereka dapatkandibentuk oleh apa yang mereka amati
dari orang tua dan guru mereka. Sebagai instruktur, kami tidak hanya mengajar,
kami juga membantu anak-anak menemukan identitas mereka, diri sejati mereka
baik secara material dan secara irasional sebagaimana dinyatakan oleh Aslan, Mehmet
(2014) dalam artikelnya dispiritualitas dan identitas. Anak-anak berubah
menjadi apa yang kita tempatkan di depan mereka; jika mereka memiliki panutan yang
baik di depan mereka, hanya saja mereka dapat berhasil membangun sifat-sifat
karakteristik yang kuat. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Wubbels, Brekelmans,
Brok and Tartwijk (2006) & Wubbels (2011) memetakan guru - hubungan siswa
dapat dicapai oleh dua karakteristik independen guru tingkah laku yaitu
“Kontrol dan afiliasi”.
d)
Perkuat Perilaku yang
Tepat
Memperkuat
perilaku positif juga merupakan elemen penting dalam menyalurkan perilaku siswa
ke dalam pembelajaran positif. Siswa harus melihat bahwa perilaku positif
mereka dihargai oleh guru sehingga ia bisa mencerminkan perilaku yang sama
kapan dibutuhkan, selain itu perilaku buruk akan berkurang sepanjang waktu.
e)
Berikan Disiplin yang
Dapat Diprediksi dan Konsisten
Guru harus
memberikan disiplin yang dapat diprediksi dan konsisten. Untuk mendapatkan kepercayaan
dan keadilan di antara siswa, aturandanpedoman harus jelas dan dapat dipahami.
Setelah aturan dijelaskan meskipun alasan rasional konsekuensinyajuga harus
diberikan untuk menghindari kesalahpahaman di antara siswa dan guru.
f)
Hindari Mencari
Penyebab Perilaku Biologis
Kapan itudilawan
dengan perilaku yang tidak diinginkan, alasan biologis seperti amukan di balik
perilaku tidak boleh menutupi alasan sebenarnya di baliknya. Seorang guru yang
baik harus dapat melihat melampaui hal-hal ketika dibutuhkan. Terkadang secara
normal siswa yang tidak sopan dapat mencerminkan perilaku negatif yang dapat
diberikan penjelasan logis oleh siswa saat diberikankesempatan untuk
mengekspresikan dirinya.
g)
Jadilah Guru, Bukan
Teman
Hubungan antara
guru dan siswa tidak boleh melanggar garis merah yang cukup vital di dalamnya.Menjaga
keseimbangan seperti itudapat menyebabkan hilangnya kendali dan membuat seluruh
proses kerja keras tersesat. Di sisi lain, penting bahwa aguru menjaga hubungan
baik dengan guru\murid-muridnya.
h)
Biarkan Siswa Mengenal
Anda sesuka Mereka & Tertarik
Sementara bisa
menjaga jarak antara guru dan siswa, guru juga harus bisa menunjukkan
kemampuannya\minatnyadalam hobi siswa atau bidang yang menyenangkan. Mereka mungkin
bisa membuat lelucon kecil satu sama lain, dan berbicara tentang banyak haldi
luar pelajaran. Di samping itu,siswa berada di kelas yang sama dengan latar
belakang yang berbeda, itu karena tidak ada duasiswa yang sama. Setiap individu
memiliki sifatnya masing-masing, terutama dalam hal mengajarkan, perbedaan
dapatberkurangatau setidaknya kabur untuk menekankan persatuan dan menjangkau
setiap orang di kelas. Jadi, perbedaannya adalah untuktercermin sebagai varian
nilai.
i)
Menyenangkan
Sambil mencoba
beban berat proses belajar mengajar baik guru maupun siswa meluangkan waktu
untuk bersenang-senang, yang lebih penting pelajarannya jangan diberikan dengan
cara yang sangat serius dan biasa karena akan menyebabkan kebosanan. Disana
bisa diberi sedikit istirahat atau hiburan dan proses pelajaran harus
disediakan bersama dengan kesenangan, dengan kata lain siswa harus belajar melalui
kegiatan yang menyenangkan.
j)
Konsisten
Di antara teknik
yang disebutkan di atas yang paling inklusif yang juga mencakup teknik lain
dengan cara sedang konsisten dalam disiplin, aturan, atau pedoman apa pun yang
diikuti. Jika siswa menyadari fakta bahwa mereka guru mengikuti beberapa
prinsip secara terus-menerus, mereka pada akhirnya akan mulai menunjukkan
perilaku positif apa pun yang terjadi hambatan yang mereka hadapi selama proses
kegiatan pendidikan. Pembentukan sengaja prosedur dan rutinitas, Lewis, Powers,
Kelk, & Newcomer, (2002).
Dari
beberapa prinsip yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada
10 prinsip yang perlu ada dalam memanajemen kelas, agar kelas berjalan dengan
kondusif. Prinsip manajemen kelas ini dapat berubah seiring berjalannya waktu,
namun yang perlu dipahami sebetulnya ialah bagaimana konsistensi seorang guru
dalam menerapkan prinsip yang dapat mengubah perilaku siswa sesuai dengan apa
yang diharapkan sehingga siswa dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam hal
belajar dan pengembangan karakter.
C.
HASIL
ANALISIS
Dalam
memanajemen kelas seorang guru perlu memahami 10 prinsip manajemen kelas, agar
kelas menjadi kondusif sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan
baik. 10 prinsip tersebut ialah:
1. Berikan
Pengawasan yang Tepat
2. Berikan
Struktur dan Rutinitas yang Tepat Setiap Hari
3. Model
Perilaku yang Tepat
4. Perkuat
Perilaku yang Tepat
5. Berikan
Disiplin yang Dapat Diprediksi dan Konsisten
6. Hindari
Mencari Penyebab Perilaku Biologis
7. Jadilah
Guru, Bukan Teman
8. Biarkan
Siswa Mengenal Anda sesuka Mereka & Tertarik
9. Menyenangkan
10. Konsisten
D.
KESIMPULAN
dan SARAN
a. Kesimpulan
10
prinsip dalam manajemen kelas diantaranya ialah, Berikan Pengawasan yang Tepat,
Berikan Struktur dan Rutinitas yang Tepat Setiap Hari, Model Perilaku yang
Tepat, Perkuat Perilaku yang Tepat , Berikan Disiplin yang Dapat Diprediksi dan
Konsisten, Hindari Mencari Penyebab Perilaku Biologis, Jadilah Guru, Bukan
Teman, Biarkan Siswa Mengenal Anda sesuka Mereka & Tertarik, Menyenangkan
dan Konsisten.
b. Saran
Demikianlah
analisis ini penulis buat, untuk meyempurnakan analisis yang sederhana ini
penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca agar tersempurnanya analisis
ini. Akhir kata mudah-mudahan analisis ini dapat memberi manfaat untuk pemabaca
khususnya untuk penulis sendiri. Terimakasih
DAFTAR
RUJUKAN
Yilmaz,
Sadullah. 2015. Challenges of
Self-Management Techniques in Providing
Better Classroom
Setting. European Journal Of Social Sciences Education
and Research, Vol.2,
Issue 3. Diakses pada 20 Agustus 2019 pukul
20.05
WIB
TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
ANALISIS JURNAL

Disusun Oleh :
SRI WAHYUNI PUTRI
1620138
7.4
DosenPengampu : Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
ANALISIS JURNAL
A.
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Salah
satu elemen kunci dalam memiliki suasana belajar mengajar yang efektif adalah
melalui manajemen kelas itu telah melalui serangkaian inovasi, dari kulit
binatang yang digunakan untuk menyimpan Data, dinding gua digunakan untuk
talenta dan tujuan lain: ke era digital yang diduga, dengan tablet digital,
papan sentuh, papan pintar, sekolah khusus dengan utilitas terbaik yang
melayani keduanya guru dan siswa menyebar di seluruh dunia. Apalagi internet
ori pendidikan dapat memperluas konsep sekolah di mana saja, kapan saja. Namun
demikian, kebutuhan yang berbeda membawa pendekatan dan strategi yang berbeda
untuk menyelesaikan masalah manajemen kelas.
Siswa
menghadapi guru di kelas, menunggu instruksi, dan diajarkan mata pelajaran baru
cukup membebani guru sebagai masing-masing individu memerlukan pendekatan
berbeda menurut pemahaman mereka sendiri. Tidak ada dua orang di dunia yang
memiliki nilai-nilai minat yang persis sama, atau berbagi ciri-ciri
karakteristik yang sama. Dengan demikian, memotivasi berbagai yang berbeda sesuai
dengan tujuan yang sama atau menetapkan
tujuan adalah tugas yang cukup sulit bagi instruktur, edukator, terutama yang
mau mendidik siswa untuk masa depan yang lebih baik dalam hal pendidikan yang
lebih baik, dan pekerjaan yang lebih baik atau memuaskan yang membutuhkan waktu
lama istilah rencana kerja keras rajin.
Berikut
ini adalah beberapa hal yang bisa diaplikasikan untuk mencapai manajemen kelas
yang lebih baik yang disarankan oleh Thomas J. Zirpoli: “ (1) Memberikan
Pengawasan yang Tepat, (2) Berikan Struktur dan Rutinitas yang Tepat, (3) Model
Perilaku yang Sesuai, (4) Perkuat Perilaku yang Tepat, (5) Berikan Pr,Disiplin
yang Konsisten dan Konsisten, (6) Hindari Mencari Penyebab Biologis of
Behavior, (7) jadilah seorang guru, bukan kawan, (8) Biarkan Siswa Mengenal
Anda Suka Mereka & Tertarik dengan Minatnya, (9) Selamat bersenang-senang!
(10) Konsisten. ” (Zirpoli, T. J. 2008).
Dari
hal yang tertera diatas maka berikut akan dibahas mengenai cara memanajemen
kelas dengan baik, agar tujuan dari sebuah pembelajaran dapat dicapai dengan
maksimum, dan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
b.
Rumusan
Masalah
Bagaimana Prinsip dalam Manajemen
Kelas ?
c.
Tujuan
Untuk mengetahui prinsip dalam
manajemen kelas
B.
RESUME
Dalam
memanajemen kelas harus memerhatikan beberapa prinsip didalamnya, agar tujuan
dari sebuah pembelajaran dapat terealisasikan dengan baik, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Berikut
ini adalah prinsip utama yang disarankan untuk tekinik manajemen diri dalam
manajemen kelas:
a)
Berikan Pengawasan yang
Tepat
Siswa yang diamati
selama pembelajaran dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik, namun yang
diawasi bahkan dalam kehidupan sehari hari mereka akan tampil jauh lebih baik
dalam penampilan dan dalam hal yang direncanakan seperti apa yang harus
dilakukan, kapan harus dilakukan,dan bagaimana melakukannya.Wong H., Wong R.,
Rogers & Brooks (2012) juga menyebutkan bahwa siswa merasa lebih aman
ketika mereka tahuapa yang akan terjadi setiap hari untuk memastikan siswa
memiliki hari-hari mereka dan yakin diawasi.
b)
Berikan Struktur dan
Rutinitas yang Tepat Setiap Hari
Siswa perlu
mengetahui hal-hal yang harus mereka lakukan dalam menyelesaikan pembelajaran
sehari-hari atau memperoleh pengetahuan proses. Guru harus memberikan beberapa
asas dan rutinitas yang akan membantu siswa menghindari gangguan. Misalnya
setiap hari pemeriksaan tugas harus dilakukan melalui daftar periksa secara
teratur yang juga akan membantu guru untuk dapat diandalkan mengumpulkan data
tentang peningkatan siswa. Pada titik ini, Garret (2013) menyebutkansaran
tentang cara membuat aturan kelas untuk menekankan kesederhanaan, namun pola
yang tegas ialah:
·
Buat empat hingga enam
aturan kelas yang secara jelas menentukanperilaku yang pantas
·
Pertimbangkan
Melibatkan siswa dalam pembuatan aturan.
·
Tulis aturan
menggunakan positif bahasa.
·
Poskan dan rujuk aturan
ruang kelas seperlunya.
·
Kembangkan rutinitas
untuk memberikan arahan tentang betapa berbedanya tugas kelas selesai.
·
Mengajar dan
mendemonstrasikan aturan dan rutinitas kelas secara spesifik.
c)
Model Perilaku yang
Tepat
Pemodelan peran
juga penting dalam belajar karena mencerminkan perilaku yang diharapkan ketika
kepribadian dan karakter mereka dapatkandibentuk oleh apa yang mereka amati
dari orang tua dan guru mereka. Sebagai instruktur, kami tidak hanya mengajar,
kami juga membantu anak-anak menemukan identitas mereka, diri sejati mereka
baik secara material dan secara irasional sebagaimana dinyatakan oleh Aslan, Mehmet
(2014) dalam artikelnya dispiritualitas dan identitas. Anak-anak berubah
menjadi apa yang kita tempatkan di depan mereka; jika mereka memiliki panutan yang
baik di depan mereka, hanya saja mereka dapat berhasil membangun sifat-sifat
karakteristik yang kuat. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Wubbels, Brekelmans,
Brok and Tartwijk (2006) & Wubbels (2011) memetakan guru - hubungan siswa
dapat dicapai oleh dua karakteristik independen guru tingkah laku yaitu
“Kontrol dan afiliasi”.
d)
Perkuat Perilaku yang
Tepat
Memperkuat
perilaku positif juga merupakan elemen penting dalam menyalurkan perilaku siswa
ke dalam pembelajaran positif. Siswa harus melihat bahwa perilaku positif
mereka dihargai oleh guru sehingga ia bisa mencerminkan perilaku yang sama
kapan dibutuhkan, selain itu perilaku buruk akan berkurang sepanjang waktu.
e)
Berikan Disiplin yang
Dapat Diprediksi dan Konsisten
Guru harus
memberikan disiplin yang dapat diprediksi dan konsisten. Untuk mendapatkan kepercayaan
dan keadilan di antara siswa, aturandanpedoman harus jelas dan dapat dipahami.
Setelah aturan dijelaskan meskipun alasan rasional konsekuensinyajuga harus
diberikan untuk menghindari kesalahpahaman di antara siswa dan guru.
f)
Hindari Mencari
Penyebab Perilaku Biologis
Kapan itudilawan
dengan perilaku yang tidak diinginkan, alasan biologis seperti amukan di balik
perilaku tidak boleh menutupi alasan sebenarnya di baliknya. Seorang guru yang
baik harus dapat melihat melampaui hal-hal ketika dibutuhkan. Terkadang secara
normal siswa yang tidak sopan dapat mencerminkan perilaku negatif yang dapat
diberikan penjelasan logis oleh siswa saat diberikankesempatan untuk
mengekspresikan dirinya.
g)
Jadilah Guru, Bukan
Teman
Hubungan antara
guru dan siswa tidak boleh melanggar garis merah yang cukup vital di dalamnya.Menjaga
keseimbangan seperti itudapat menyebabkan hilangnya kendali dan membuat seluruh
proses kerja keras tersesat. Di sisi lain, penting bahwa aguru menjaga hubungan
baik dengan guru\murid-muridnya.
h)
Biarkan Siswa Mengenal
Anda sesuka Mereka & Tertarik
Sementara bisa
menjaga jarak antara guru dan siswa, guru juga harus bisa menunjukkan
kemampuannya\minatnyadalam hobi siswa atau bidang yang menyenangkan. Mereka mungkin
bisa membuat lelucon kecil satu sama lain, dan berbicara tentang banyak haldi
luar pelajaran. Di samping itu,siswa berada di kelas yang sama dengan latar
belakang yang berbeda, itu karena tidak ada duasiswa yang sama. Setiap individu
memiliki sifatnya masing-masing, terutama dalam hal mengajarkan, perbedaan
dapatberkurangatau setidaknya kabur untuk menekankan persatuan dan menjangkau
setiap orang di kelas. Jadi, perbedaannya adalah untuktercermin sebagai varian
nilai.
i)
Menyenangkan
Sambil mencoba
beban berat proses belajar mengajar baik guru maupun siswa meluangkan waktu
untuk bersenang-senang, yang lebih penting pelajarannya jangan diberikan dengan
cara yang sangat serius dan biasa karena akan menyebabkan kebosanan. Disana
bisa diberi sedikit istirahat atau hiburan dan proses pelajaran harus
disediakan bersama dengan kesenangan, dengan kata lain siswa harus belajar melalui
kegiatan yang menyenangkan.
j)
Konsisten
Di antara teknik
yang disebutkan di atas yang paling inklusif yang juga mencakup teknik lain
dengan cara sedang konsisten dalam disiplin, aturan, atau pedoman apa pun yang
diikuti. Jika siswa menyadari fakta bahwa mereka guru mengikuti beberapa
prinsip secara terus-menerus, mereka pada akhirnya akan mulai menunjukkan
perilaku positif apa pun yang terjadi hambatan yang mereka hadapi selama proses
kegiatan pendidikan. Pembentukan sengaja prosedur dan rutinitas, Lewis, Powers,
Kelk, & Newcomer, (2002).
Dari
beberapa prinsip yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada
10 prinsip yang perlu ada dalam memanajemen kelas, agar kelas berjalan dengan
kondusif. Prinsip manajemen kelas ini dapat berubah seiring berjalannya waktu,
namun yang perlu dipahami sebetulnya ialah bagaimana konsistensi seorang guru
dalam menerapkan prinsip yang dapat mengubah perilaku siswa sesuai dengan apa
yang diharapkan sehingga siswa dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam hal
belajar dan pengembangan karakter.
C.
HASIL
ANALISIS
Dalam
memanajemen kelas seorang guru perlu memahami 10 prinsip manajemen kelas, agar
kelas menjadi kondusif sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan
baik. 10 prinsip tersebut ialah:
1. Berikan
Pengawasan yang Tepat
2. Berikan
Struktur dan Rutinitas yang Tepat Setiap Hari
3. Model
Perilaku yang Tepat
4. Perkuat
Perilaku yang Tepat
5. Berikan
Disiplin yang Dapat Diprediksi dan Konsisten
6. Hindari
Mencari Penyebab Perilaku Biologis
7. Jadilah
Guru, Bukan Teman
8. Biarkan
Siswa Mengenal Anda sesuka Mereka & Tertarik
9. Menyenangkan
10. Konsisten
D.
KESIMPULAN
dan SARAN
a. Kesimpulan
10
prinsip dalam manajemen kelas diantaranya ialah, Berikan Pengawasan yang Tepat,
Berikan Struktur dan Rutinitas yang Tepat Setiap Hari, Model Perilaku yang
Tepat, Perkuat Perilaku yang Tepat , Berikan Disiplin yang Dapat Diprediksi dan
Konsisten, Hindari Mencari Penyebab Perilaku Biologis, Jadilah Guru, Bukan
Teman, Biarkan Siswa Mengenal Anda sesuka Mereka & Tertarik, Menyenangkan
dan Konsisten.
b. Saran
Demikianlah
analisis ini penulis buat, untuk meyempurnakan analisis yang sederhana ini
penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca agar tersempurnanya analisis
ini. Akhir kata mudah-mudahan analisis ini dapat memberi manfaat untuk pemabaca
khususnya untuk penulis sendiri. Terimakasih
DAFTAR
RUJUKAN
Yilmaz,
Sadullah. 2015. Challenges of
Self-Management Techniques in Providing
Better Classroom
Setting. European Journal Of Social Sciences Education
and Research, Vol.2,
Issue 3. Diakses pada 20 Agustus 2019 pukul
20.05
WIB
Materinya sangat membantu kaka
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya๐
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusblognya sangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan di lapangan nantinya
BalasHapusSangat bagus
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusSangat bagus materinya kak..
BalasHapusSangat membantu kak. Terimakasih
BalasHapusSangat berguna bagi saya..๐๐
BalasHapus